Skip to main content

Do Follow dan No Follow Link

Sampai saat ini saya jarang, bahkan mungkin tidak pernah menggunakan rel=nofollow saat membuat link ke sebuah situs atau artikel di situs lain. Saya malah menyediakan direktori khusus link untuk teman-teman saya, dan semuanya tidak ada yang no follow.

Jika membaca artikel-artikel tentang masalah do follow dan no follow ini, yang seringkali berkaitan dengan masalah Search Engine Optimization dan Page Rank oleh googgle, maka seringkali disarankan untuk membuat rel=nofollow jika membuat link ke luar, karena jika tidak akan membuat pagerank akan menurun. Tapi coba kita cermati blog dari matt cutts sendiri (gunakan klik kanan lihat sumber pada artikel) maka tidak akan anda temukan link yang diberikan no follow oleh matt cuts, kecuali pada kolom komentar, dimana matt cutts memberlakukan no follow otomatis untuk link yang tercantum pada pemberi komentar, sama seperti juga diberlakukan di blogger standar.

Sebagai contoh tokoh yang berpengaruh di google dalam membuat link jarang bahkan tidak pernah memberikan rel nofollow, mengapa para webmaster takut untuk memberikan link tanpa embel-embel no follow. Memberikan link tanpa embel-embel no follow merupakan penghormatan kepada sebuah situs atau artikel yang menurut penulis bagus dan layak diapresiasi oleh orang banyak, juga oleh google. Jika google memberikan page rank yang bagus bagi artikel tersebut atau situsnya, maka berarti kita ikut memberi kontribusi. Saya kira kita jangan terlalu pelit untuk memberikan link tanpa embel-embel no follow.


Post a Comment

Popular posts from this blog

Backlink Internal Untuk Artikel Konsumen Cerdas

Artikel konsumen cerdas paham perlindungan konsumen menghilang dari index google, mungkin karena over optimisasi dengan menggunakan backlink eksternal. Backlink internal ini akan digunakan untuk mendukung artikel saya yang sudah susah payah dibuat sebagus mungkin di blog sang pemasar ini, yang sekarang terkena google sandbox. Memang beginilah jadinya kalau sedang ikut kontes SEO, pasti google jadi GJ alias Gak Jelas, hahaha.

Oke, kita lanjutkan untuk membuat backlink artikel yang menghilang dari peredaran, yang berjudul: Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen. Artinya harus ada upaya untuk memunculkan kembali artikel tersebut ke peredaran lagi.

Artikel Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen itu juga belum terindeks di yahoo.com. Mungkin crawler bingbot yang digunakan yahoo masih males-malesan menelusuri blog yang isinya masih sedikit ini. Yahoo atau bing memang sangat selektif untuk mengindeks sebuah situs. Mereka lebih memperhatikan situs yang memiliki domain name sendiri …

Nomor Satu dengan Keywords Pemasar SEO dan Membangun Backlink Internal

Saya mau berbagi kegembiraan. Di tengah-tengah kontes SEO Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen, saya sempatkan membidik beberapa keywords, ternyata keywords: Pemasar SEO dan Membangun Backlink Internal bisa masuk nomor satu di halaman satu google.co.id. Biasanya keywords-keywords berbau SEO seperti ini agak susah menembusnya.

Sila tengok gambar-gambar ini:




Seperti terlihat di gambar, keywords: Pemasar SEO dan Membangun Backlink Internal dapat bertengger di nomor satu google. Sayang, hal yang sama belum bisa dilakukan untuk keywords: Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen. :)


Consumerism

Consumerism menurut definisi: The movement seeking to protect and inform consumers by requiring such practices as honest packaging and advertising, product guarantees, and improved safety standards. (Sumber: http://education.yahoo.com/reference/dictionary/entry/consumerism )Dengan demikian, maka  Kontes SEO tentang Konsumen Cerdas ini adalah salah satu bentuk consumerism, yaitu dengan cara memberikan sosialiasi tentang  Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen

Jika kita merunut makna asli tentang consumerism, seperti dalam kutipan di atas, maka kita bisa mengetahui bahwa istilah consumerism adalah sesuatu yang positif. Seringkali kita merancukan antara consumerism dengan perilaku konsumtif. Sebagai  "Konsumen Cerdas" kita harus mengetahui makna consumerism yang merupakan gerakan untuk melindungi dan memberikan informasi kepada konsumen tentang berbagai macam hal yang berkaitan dengan produk, antara lain berkaitan dengan iklan, garansi dan standar keamanan. Sebagai Konsum…