Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2013

Do Follow dan No Follow Link

Sampai saat ini saya jarang, bahkan mungkin tidak pernah menggunakan rel=nofollow saat membuat link ke sebuah situs atau artikel di situs lain. Saya malah menyediakan direktori khusus link untuk teman-teman saya, dan semuanya tidak ada yang no follow.

Jika membaca artikel-artikel tentang masalah do follow dan no follow ini, yang seringkali berkaitan dengan masalah Search Engine Optimization dan Page Rank oleh googgle, maka seringkali disarankan untuk membuat rel=nofollow jika membuat link ke luar, karena jika tidak akan membuat pagerank akan menurun. Tapi coba kita cermati blog dari matt cutts sendiri (gunakan klik kanan lihat sumber pada artikel) maka tidak akan anda temukan link yang diberikan no follow oleh matt cuts, kecuali pada kolom komentar, dimana matt cutts memberlakukan no follow otomatis untuk link yang tercantum pada pemberi komentar, sama seperti juga diberlakukan di blogger standar.

Sebagai contoh tokoh yang berpengaruh di google dalam membuat link jarang bahkan tidak …

Domain Authority

Saat sedang mempelajari tentang pagerank google, saya menemukan satu istilah "domain authority." Ternyata selain page rank google dan alexa rank ada juga ranking lain, yaitu: "domain authority." Istilah "domain authority" ini dibuat oleh SEOMOZ. Mereka mengatakan:
Domain Authority represents SEOmoz's best prediction about how a website will perform in search engine rankings. Use Domain Authority when comparing one site to another or tracking the “strength” of your website over time. (sumber: http://www.seomoz.org/learn-seo/domain-authority)  Score domain authority antara 0 hingga 100.  Jika kita ingin mengetahui domain authoriy dari situs kita bisa dilihat dengan menggunakanOpen Site Explorer atau  MozBar,

Lalu bagaimana cara agar situs kita memiliki domain authority yang bagus? Backlink yang berkualitas dari situs terpercaya, umur situs dan jumlah artikel dalam situs akan banyak mempengaruhi domain authority ini. Nah, ada satu lagi istilah yang perlu …

Marketing Corner

Blog saya Marketing Corner pernah mendapatkan Pagerank 6, tapi tiba-tiba saja menjadi N/A. Mungkin ada semacam koreksi dari google karena ada kesalahan penghitungan dalam algoritmanya. Atau mungkin juga terkena panda atau penguin, saya tidak tahu. Saat ini saya menunggu update page rank google untuk mengetahui apakah N/A untuk blog Marketing Corner akan terus berlanjut. Hehehe. Cuma penasaran aja kok.

Bagi teman-teman yang pernah menggunakan SEOquake untuk melihat google pagerank dan alexa rank sekaligus mungkin akan tahu bahwa ternyata banyak juga blog yang N/A dan tetap tampil di halaman satu google bahkan di peringkat satu. Artinya N/A itu bukan pagerank 0 (nol) pagerank terendah, dan masih tetap memiliki power untuk tampil di mesin pencari google dengan gagah.

Hanya saja saya masih tetap penasaran dengan N/A pada blog Marketing Corner tersebut. Ada yang bisa memberikan petunjuk? O ya, sebelum saya tutup tulisan singkat ini, kabar artikel Iconia Tablet PC Windows 8 itu bagaimana y…

Dampak Socmed

Di situs Pasaridea saya menulis tentang: Dampak Social Media Terhadap Kunjungan dan SEO. Dalam artikel itu saya belum menulis tentang bagaimana dampak social media terhadap kunjungan dan SEO.

Sebagai sebuah bentuk promosi penggunaan social media kemungkinan akan menarik minat beberapa teman atau follower di twitter, facebook dan +Google untuk mengklik url yang kita posting di sana. Tapi jika kita harapkan untuk meningkatkan SEO di google, kemungkinan besar agak sukar, karena seperti saya sebutkan dalam artikel tersebut rel=nofollow yang diberlakukan oleh beberapa socmed itu akan menghalangi google untuk menghitung link dari socmed tersebut ke situs kita. Kecuali google tidak konsisten masalah do follow dan no follow ini, maka bisa saja para pengelola berharap ada peningkatan dalam SERP dengan memanfaatkan link-link yang diposting di socmed.

Begitulah cerita singkat tentang dampak socmed terhadap kunjungan dan SEO. O ya, sudahkah anda membaca artikel saya: Acer Iconia PC tablet dengan…

Pemasaran Internet di Indonesia

Pemasaran internet di Indonesia sudah mulai berkembang sejak akhir tahun 1990-an. Hanya saja perkembangan pemasaran internet ini terganggu oleh banyak tindak kejahatan penipuan menggunakan sarana internet, sehingga mengurangi kepercayaan konsumen untuk melakukan pembelian online. Membangun kepercayaan konsumen untuk melakukan pembelian di internet sungguh tidak mudah, terlebih lagi dengan adanya berita-berita yang mengabarkan risiko yang besar saat berbelanja di internet.

Kemudahan berbelanja menggunakan kartu kredit melalui jaringan internet mungkin masih banyak dihindari oleh para konsumen Indonesia. Mereka akan meyakinkan dulu apakah penjual online itu bisa dipercaya. Maka tidak heran jika di Indonesia ada pembelian produk dengan menggunakan istilah "rekber" atau rekening bersama, yang menjadi perantara pembayaran antara penjual dengan pembeli.

Seringkali konsumen mudah tergiur dengan bujuk rayu penipu yang menawarkan produk jauh di bawah harga. Mereka mengatakan bahwa p…